Pada Suatu Malam

Kepala saya masih sedikit sakit dan tangan yang terkilir mulai terasa nyeri ketika BAP selesai dibuat.

“Yah, sekarang yang penting Mbak istirahat aja, akan kami hubungi segera setelah ada perkembangan,” kata petugas yang sejak tadi mengetikkan keterangan yang saya sampaikan.

Jam di dinding menunjukkan pukul 2 pagi. Dan saya benar-benar lelah. Lamat-lamat dari balik bantal yang saya dekap di dada, suara-suara yang terdengar mengantar saya ke dalam alam mimpi.

Saya adalah seorang pendekar wanita. Dikatakan sebagai yang tak terkalahkan dari pegunungan Utara. Saya sedang mengemban tugas mengantarkan dokumen dari gulungan daun lontar hasil penyusupan telik sandi kerajaan yang saya sematkan di pinggang. Dengan menunggang kuda putih yang gagah, saya melintasi padang rumput menuju ke istana di tanah Barat. Sekelebat tanpa saya duga, dari belakang melesat dua orang penunggang kuda menyambar gulungan daun lontar yang tersemat di pinggang saya itu. Saya yang mulanya terkejut, segera dapat menguasai diri dan mengejar kedua perampas tersebut. Tidak tahukah kalian siapa saya?! Saya adalah pendekar wanita yang tak terkalahkan dari pegunungan Utara! Saya layangkan selendang biru pada mereka yang niscaya akan terasa seperti tendangan seribu kaki kuda pada tubuh mereka yang kurang ajar.

Dan mereka pun terjatuh. Dengan jumawa saya mengambil kembali gulungan daun lontar itu dan meninggalkan mereka yang terkapar di tanah.

Saya terbangun.

Jam di meja menunjukkan pukul 9 pagi.

Ternyata itu semua tadi hanya mimpi. Pada kenyataannya jambret yang merampas tas saya malam sebelumnya berhasil melarikan diri. Saya bukanlah si pendekar wanita dari pegunungan Utara seperti dalam mimpi tadi.

“Sabar ya, kak Ikhlaskan saja. Yang penting kamu gak apa-apa,”  Kata Bu Pane.

“Iya, kak. Banyak lho yang dijambret dengan kekerasan. Temennya Mbak Linda ngejar jambretnya sampai jatuh di jalan. Tasnya emang masih dapat, tapi sampai sekarang temennya Mbak Linda itu bolak-balik ke dokter terus, sering sakit kepala habis jatuh itu,” sahut si Pane bungsu.

Saya manggut-manggut.

Jujur.

Saya ikhlas. Sudah lama saya sadari bahwa sesuatu itu hakikatnya bukan milik manusia seutuhnya. Dunia berputar. Bila saat ini sesuatu ada di saya, lain kali bisa ada di tangan yang lain. Manusia lahir tanpa membawa suatu apa pun. Dan akan kembali kepada-Nya hanya bermodalkan amalan dan iman yang dipupuknya selama hidup. Bukan Blackberry, bukan iPod, bukan dompet Mango yang dibeli di Malaysia waktu sale, ataupun Toyota Alphard dan rumah mewah seharga 4 Milyar rupiah seperti yang dimiliki Gayus Tambunan.

“Yang ikhlas ya nak,” Pak Pane menenangkan.

Saya mengangguk.

“Pap,”

“Ya?”

“Pinjam HP-nya ya,”

“Ah, kamu pakai saja itu,”

“Gak, kakak pinjam aja, kok. Tapi 3 bulan…..,”

Advertisements

19 thoughts on “Pada Suatu Malam

  1. hihi, Pak Pane menelan ludah..

    walah si genduk, beli aja yang murah dulu.. kasian, mosok hapenya Pap disandera selama 3 bulan.

  2. ..
    Ha..ha..
    Si Pap ngirain kakak minjem hp buat sms..
    Lha kok malah nyandera.. 😀
    ..
    Udah terlanjur ngasih lampu hijau pula.. 😀
    ..

  3. wah…nderek belasunggkawa mb….

  4. iya sih mending ikhlas..

    “Bila saat ini sesuatu ada di saya, lain kali bisa ada di tangan yang lain.”

    tapi ada baiknya perpindahn itu tidak melalui pencurian dan atau semacamnya..

  5. waduh abis keilangan hape ya Lee?
    yang sabar yaa.. mungkin Lee kelupaan zakat profesi bulan ini kali? hehe..

    semoga segera dapet rejeki jadi bisa beli yang baru 🙂 amin!

  6. mari kita galang gerakan 1.000.000 facebookers turut berduka cita atas hilangnya hp lee

    • Hahaha…!!

      Gimana kalo gerakan 1.000.000 Facebookers menyumbang pembelian HP baru buat saya aja, Mbak? 😆

  7. hahahaha… bisa aja membuat pak pane terdiam 😛

  8. Benar, ikhlaskan saja wong sudah terjadi.
    Insya Allah akan diganti

    Salam hangat dari Plesiran-media untuk mempromosikan pariwisata daerah anda secara gratis. Pengirim artikel yang dimuat akan mendapat tali asih berupa sebuah buku yang bermanfaat. Silahkan join di Plesiran.

  9. Untung hanya barang yang diambil dan nduk gak dilukai

    Barang bisa dibeli lagi, jadi ikhlaskan saja sayank.

    Salam hangat dari Surabaya

  10. ahahaha…. buka kotak amal buat beli hp baru

  11. hanya titipan, jadi akan diambil lagi oleh pemiliknya..
    bersabar 🙂

  12. abis kena musibah ya…

  13. Lee …
    Serius Loh ?

    aaddduuuhhh …

    Kalau ini beneran …
    saya cuma berdoa semoga Lee dapet pengganti HP yang baru …
    Lee mau yang tipe apa ??
    hhmmm …?

    (sekedar bertanya)
    🙂

    salam saya Lee

    • Hehe…, serius Om. Moso’ bohongan….

      Amiin…., terima kasih atas doanya. Sementara masih pake HPnya Pak Pane, belum sreg untuk beli macam-macam dulu 😦

      Saya mau yg mana? Yg sama dengan yg diambil itu aja kok Om, gak neko-neko 😉 Om mau beliin? :mrgreen: (sekedar bertanya)

      Makasih atas perhatiaannya ya, Om *hugs*

  14. biasanya dari setiap peristiwa ada hikmahnya.
    mudah2an apa yg hilang termasuk hp mendapat ganti yg lebih bagus dari Allah, amiin….

  15. pinjem 3 bulan? hehehehe itu bakalan jadi HM kayaknya 😛
    nomer gw udah di save kan mbak?

    see you on july…insyaallah kalau gw jadi pulang dan tidak ada halangan berarti.

    muach!

  16. Yang penting, lo apalin muka tuh jambret, once lo ketemu sama dia, orang yang harus pertama lo hubungi adalah Gue!!! biar kita gebukin tuh jambret! *anarkis*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s