Cari Suami

…….

“Gw resign, Lee.”

Jeder!! Di siang bolong yg riweh dengan setumpuk dokumen di depan mata, hampir saja kopi saya tumpah demi mendengar sebaris kalimat dari sahabat perempuan yang satu ini.

“Tunggu…., tunggu….!! What the….. HAH?!!”

“Iya gw resign! Loe tau kan kalo gak mungkin semua itu terwujud kalo gw masih begini terus!”

“Tapi loe kan udah ‘Manager’, Ka! Manager! Loe gak sayang?!”

“Yah…, mau gimana lagi. Buat kebaikan semua orang juga. Biar nyokap gw gak khawatir lagi, biar masa biologis gw gak lewat gitu aja!”

Saya bengong.

“Masa biologis…? What ever, deh! Tapi masa loe resign demi cari suami?!!”

And the day just started again.

Advertisements

10 thoughts on “Cari Suami

  1. Mengapa tidak? Namanya fokus mencari suami, ya resign kerja pun dijajaki. πŸ™‚

  2. Pilihan yang berat memang… Tapi yah itulah hidup, penuh dengan pilihan. Dan seringkali kita harus memilih salah satu dan tidak bisa mendapatkan keduanya. πŸ˜‰

  3. Waduh …
    Apakah cari suami itu harus diawali dengan resign dulu ?
    hhmmm …
    There must be a valid reason to do so !

    Mudah-mudahan teman Lee bisa segera mendapatkan apa yang dicari …

    Salam saya Lee

  4. Because most men can’t stand (more)powerful women. πŸ˜€

  5. emang harus gitu?
    life is about choice

  6. hmm.. kadang emang gitu
    tergantung calon pasangan sih, klo emang pilihan nya harus fokus ya mau gak mau harus memilih resign. toh klo emang rejeki gak kemana

  7. Ya, it’s all about culture yaaaaa.. sangat nggak feminis πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s