Segitiga dan Logika

“Apa yang salah dari mencintai lelaki yang sudah dimiliki orang lain, Lee?”

Saya terdiam mendengar pertanyaan itu. Wanita yang menelepon saya ini telah setengah jam menumpahkan tragedi cinta segitiganya pada saya. Well, kalau cinta bisa disebut sebagai tragedi, mungkin cinta segitiga adalah salah satunya.

“Kalau cinta tidak pernah salah, lalu siapa yang salah? Aku yang tergoda rayuannya? Dia yang tidak puas dengan pasangannya? Atau pasangan yang super sibuk dan gak ngasih perhatian itu? Siapa?!”

Wanita ini mulai terisak.

“If everything happens for a reason, I really don’t have a clue what the purpose of all these s**ts!!”

Saya menghela napas. Masih terdiam. Tak kuasa mengatakan apa yang saya pikirkan.

“Honey, I believe everything happens for a reason. Tapi aku tidak percaya pada pepatah edan yang berkata bahwa cinta tidak harus memiliki. So, do you really wanna own this man?” – namun kata-kata ini hanya menggantung di langit-langit mulut saya, tanpa pernah terujar pada wanita ini yang nalarnya sedang tumpul.

Sampai saat ia datang menggedor daun pintu saya pagi harinya disertai isakan keras. Si pemilik sah laki-laki yang berada di sudut segitiga itu datang padanya beberapa jam sebelumnya, meninggalkan tanda mata merah pada pipi mulusnya dan sejuta sumpah serapah yang akan menghantui malam-malamnya sampai sepuluh tahun ke depan.

Saat ini, tiba-tiba saya teringat kata-kata yang hendak saya ucapkan tadi malam.

Advertisements

37 thoughts on “Segitiga dan Logika

  1. mencintai tidak salah, berusaha memiliki milik orang lain, itu yang salah 😉

    • Ah, Yessy…. So wise…. 🙂

      • Bener kata Yessi, kadang kita terlalu buta dengan cinta kita dan yakin bahwa dia yang terlarang itu harus jadi milik kita. Boleh mencintai, tapi harus tahu kapan berhenti ketika kita tahu itu tak mungkin.

  2. bila perasaan tidak terkendali,kitalah yg dikendalikan olehnya.

    cinta bukan harus memiliki, ,tapi cinta membiarkan orang yg kita cintai ,mendapatkan yg terbaik untuk dirinya.

    bila kita harus memilikinya, padahal kita tahu itu bukan yg terbaik, itu mungkin bukan cinta,tapi egoisme semata.

    bukankah cinta itu memberi dan mengasihi??

    ah didot sok ngomongin cinta nih *disambit sendal gara2 belum nikah juga :mrgreen:


  3. Cinta kadang bikin orang jadi gak rasional..
    ..
    Pa kabar Lee..?
    Makin sibuk nih..
    🙂
    ..

    • Kabar baik, Mas 🙂

      Haha…., seperti biasa, hari-hari dengan tumpukan pekerjaan… Tapi tetap disyukuri 😉

  4. Cinta tak harus memiliki???? well, menurut saya itu hanya alasan ketidak mampuan seseorang dalam memperjuangkan cintanya. Kalo bagi saya mutlak, cinta itu harus memiliki, memilih pasangan dan pelabuhan hati atas cinta kita cuma satu kali bagi saya (menurut saya)..Kalo cinta dah berkomitmen saling memiliki, mungkin ndak ada yang di namakan cinta segitiga..nice share mbak….Like this 🙂

    • hm…
      cinta tidak harus memiliki? ya ada benernya juga.. ketika cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.. otomatis tidak memiliki dong..

      tapi setuju ttg adanya ‘komitmen’. karena inilah kata sakti dalam pernikahan. tanpa komitmen… ya bakalan ada cinta segitiga itu…
      bakal ada permasalahan yang Lee tulis di atas.

      coba kalo si laki2 itu gak maen2 dengan komitmennya… otomatis temen Lee itu akan bertepuk sebelah tangan.. dan cinta tidak harus memiliki…

  5. memuaskan ego memang tidak pernah cukup….

  6. Ah, ini persoalan klasik yang makin sering saja terjadi …

    Jatuh cinta pada orang lain yang sudah menikah, atau jatuh cinta pada orang lain padahal dia sendiri sudah menikah. memang menumbuhkan sensai yang luar biasa. Tapi kalau tidak dikendalikan dengan baik (artinya hanya disimpan dalam hati saja, tidak diwujudkan dalam perbuatan), akibatnya akan menghancurkan …

  7. Yang muda yang bercinta… -_-;

    Tapi semuanya berbeda deh, antara mencintai, memacari, menunangi dan memperistri atau menyuamikan haha… au ah, gelap >.<

  8. manajemen rasa? barangkali itu yg kita semua butuhkan. oh well… 😀

  9. Maaf jika kalimat saya terkesan pragmatis dan tidak romantis …

    Jika temanmu itu datang pada saya …
    Saya akan bilang langsung …

    “Emang Lelaki cuma dia aja …, kek kagak ada yang laen aja … “

  10. Setuju ma Om NH. Gak ada alasan jatuh cinta ma orang yg sudah kawin ato klo sudah kawin jatuh cinta lagi ma orang lain. Dosa. Karena batas antara cinta dan nafsu hanya tipis saja. Bisakah membedakannya?

  11. wow, masalah pelik yg hampir dialami oleh semua org yg tdk mengerti arti kata setia.
    dan saya termasuk kayaknya 😦

  12. aku juga penganut paham “ngapain cinta kalo gak bisa milikin!” mending gw cari cowok lain aja deh 😛 *walaupun juga gak semudah yg di omongin* hehehehehe….

    semuanya akan indah pada waktunya kok mbak…sampein sama temenmu ya, aku doain semoga temenmu itu akan mendapat lelaki terbaik disuatu masa.

  13. ……….rumit……… >.<'

  14. aku sih setuju cinta gak pernah salah… tp klo menurutku prianya yg salah. klo masih mau main hati, knp nikah? kasian kan kita2 ini yang kaum perempuan… apalagi kalo udah pada punya anak, kasian anak2nya…

  15. manusia kan selalu mau memiliki yang tidak mungkin?
    tapi saya sendiri percaya sekali bahwa cinta tidak perlu memiliki secara fisik.
    Dan itulah sebabnya banyak orang yang tidak menikah sampai tua.
    Manusia memang hanya memperhatikan fisik sih 🙂
    Coba bayangkan kalau orang selamanya tak pernah merasakan cinta itu seperti apa.
    Yang sudah bertemu cintanya OK. Tapi yang belum?

    EM

  16. godaan dan rasa suka memang bisa muncul kepada orang dan saat yang tidak tepat… tapi lagi-lagi perasaan itu harus dibatasi dengan sebuah komitmen… (sok tau mode ON)

  17. ketika perasaan itu datang..kita gak bisa milih, kapan dan ke siapa..percaya deh..
    tergantung gimana kita memanage-nya…*daftar ikut kelas manajemen rasa-nya simbok*

  18. cinta itu keputusan jadi harusnya kejadian begitu bisa diantisipasi sebelumnya

  19. Cinta datang begitu saja, tanpa bisa kita halangi.
    Namun mewujudkan cinta itu dalam suatu pernikahan harus dipikirkan masak-masak, karena ada akibat sampingan lainnya

  20. Doh! Lee….

    Jika kita berlum pernah merasakan perasaan temanmu itu…percaya deh, cuma sumpah serapah dan negatif thinking aja yang ada di otak..hehe…

    Menurut gue…Cinta segi tiga?

    Kenapa gak cinta segi lima ajaaaa! lebih seruuuuuuu!! *dijambak*

  21. Sepertinya, yang sering mengalami seperti ini kebanyakannya kok perempuan ya? apakah karena perempuan lebih mendahulukan perasaannya ketimbang logika dalam urusan percintaan? Entahlah…! yg pasti menurutku, cinta itu bukan sekedar persoalan hati, tapi juga persoalan logika. Maka, sebelum terpuruk ke dalam kubangan cinta segitiga, persiapkan diri untuk selalu berpikir logis… 🙂

  22. but when it comes to love, there’s no law can manage it, isn’t there?
    itu katanya hati…

    Tapi ya hidup di dunia ciiiin… logikanya mesti maen…,

    ip peluk buat temenmu yah…
    t

  23. cinta? memiliki? ah, sampah itu! kk gw duong, mencintai om clooney, om bono, om sting, dan mas eheum tanpa mikirin milik2an. they’re just walking dildos with ears. i’ve got my own and berbagai botol air mineral dengan ulir beraneka rupa. huahahahaha!

  24. salam penuh hormat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s