Wanita Angin

PassionDancer

‘Sayang, kau mau kemana?’

Kutanya dia yang sedang memandang jauh ke depan. Dia yang tak bergerak, yang hanya diam terpaku. Mata dalamnya menelusuri jengkal demi jengkal nuansa jingga di hadapannya. Dia hanya terdiam, tak bergerak sejengkal pun. Namun kurasakan ia seperti hendak menjauh. Dan aku takut.

Perasaan itu kembali datang merayapiku.

‘Sayang….,’

Dia menoleh dan tersenyum.

‘Kau mau kemana?’ Kutanyakan lagi pertanyaan yang sama.

Dia mengernyitkan dahi, seakan tak mengerti dengan pertanyaanku. Lagi, lagi dan lagi kau lakukan itu. Kau berpura-pura, sayang. Kita berdua tahu itu. Dan aku takut.

Kau wanita yang senantiasa mengikuti ke arah mana angin berhembus. Kau yang datang hanya untuk singgah. Kau yang bebas, lepas, dan tak mampu kuikat. Kau yang bagaikan angin. Kau yang tak takut kehilangan apapun…

‘Aku takut sayang….,’

Kau kembali mengernyitkan dahi. Seakan tak mengerti dengan pertanyaanku. Kau berpura-pura, sayang. Kita berdua tahu kalau kau tahu. Aku takut kehilanganmu…


Note : picture taken from here

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s