Atasanku tersayang,
Aku tahu kita jarang sepaham.
Di meja ruang meeting kita acap kali beradu argumen. Entah karena kau kurang puas, aku yang memprotes, atau bahkan karena kau salah paham akibat keterbatasan penguasaan bahasa Inggrismu. Bahasa yang satu itu katanya ibarat fasilitas pemersatu antar bangsa. Tapi bila denganmu, duh Gusti…
Namun kuakui bahwa kita memang sepaham untuk yang satu ini.
Kita sama-sama menjadikan selasar kantor bagaikan catwalk kita. Hari demi hari kurasa kau pun sadar kalau staff – staff yang menganga tiap kali kita hadir di pagi hari itu sebenarnya selalu menunggu suguhan fashion show terbaru dari kita berdua. Kupikir kita bahkan telah berhasil mempengaruhi beberapa di antara mereka. Kau lihat si Uni di pojok divisi Administrasi sana? Sweeter buluk berwarna orange (ampuunn dehhh…!!) yang kerap dipakainya itu telah berganti dengan cardigan putih berpotongan manis. Atau si Lili di meja asisten marketing sana, kemeja batik yg kuasumsikan berharga 15 ribu dan lebih cocok dipakai adiknya karena saking ketatnya itu sepertinya sudah dihibahkan pada sang adik (akhirmya..!!). Berganti dengan terusan batik manis berwarna pink – emas yang sangat cocok untuk kulit putihnya.
Sayangnya beberapa bulan belakangan ini aku agak khawatir denganmu, wahai atasanku.
Sepatu yang akhir-akhir ini kau kenakan itu sebenarnya hendak kubeli beberapa bulan lalu. Sepatu itu memang bagus. Mencerminkan bahwa si pemakai adalah wanita aktif yang peduli dengan penampilan. Mencerminkan si pemakai adalah wanita yang sadar bahwa penampilan adalah salah satu asset mengejar jenjang karier yang lebih baik. Brain, Beauty and Behaviour. Lagi-lagi kita sepaham bahwa kecantikan memang selayaknya dibungkus dengan packaging yang baik, berkualitas dan bercita rasa tinggi.
Namun layaknya di meja ruang meeting dimana kita kerap beradu argumen tiap akhir minggu, kali ini aku terpaksa tidak sepaham denganmu.
Dengan heel setinggi 12 cm, sepatu itu terlalu tinggi untuk tubuhmu yang mungil. Bahkan kupikir terlalu berat untuk tubuhmu yang kurus. Setelah beberapa bulan kulihat sepatu itu melenggak-lenggok di ‘catwalk’ kantor ini, kuperhatikan bahwa semakin lama heel yang sebelah kiri semakin miring. Dan hari demi hari kulihat sudut kemiringannya menjadi semakin mengkhawatirkan. Setiap berpapasan, kurasakan mereka seperti ingin berteriak. Entah karena merasa tersiksa, atau karena ingin memberi peringatan.
Wahai atasanku,
Tidakkah sebaiknya sepatu bercita rasa tinggi yang satu itu kau istirahatkan dulu? Seperti aku yang sedang mengistirahatkan kakiku dan bermanja-manja dengan wedges yang luar biasa nyaman ini sejak bulan lalu?
Mungkin sudah saatnya kita memberi mereka, yang telah terinspirasi oleh kita, kesempatan untuk menjadi model yang melenggak-lenggok di ‘catwalk’ kita ini. Kesempatan untuk menjadi mereka yang diperbincangkan atas apa yang membungkus mereka hari ini.


12 cm? wuduuuuwwwww……hehe…
salam kenal, bok…gw suka blog lo
By: Yessi on October 9, 2009
at 12:19 pm
yg namanya bos pasti gak mau kalah… kalau gw pake 10 cm, dia musti pake yg lebih tinggi donk ;D
thanks, ya!
By: Reva Liany Pane on October 12, 2009
at 2:04 am
berkunjung
By: soulharmony on October 9, 2009
at 12:26 pm
terima kasih atas kunjungannya
By: Reva Liany Pane on October 12, 2009
at 1:42 am
sepatu hak tinggi memang bikin tambah cantik…tapi nyiksa bgt!!
By: Ria on October 9, 2009
at 4:23 pm
yup…., ‘beauty is pain’…
By: Reva Liany Pane on October 12, 2009
at 2:02 am
Kayak apa sih wujud atasanmu itu?? Hihihi
By: Mas Deka on October 20, 2009
at 2:16 pm
Iya kayak apa siy? kekekekeke
By: yessymuchtar on October 23, 2009
at 6:38 am
@ Mas Deka & Yessy : pernah liat Ally McBeal? Yang ini Ally McBeal wannabe
(peace ya, atasanku sayang…)
By: Reva Liany Pane on October 23, 2009
at 9:48 am