Posted by: Reva Liany Pane | June 30, 2008

The city vs. High heel

Apakah anda termasuk orang yang merencanakan akhir minggunya? saya YA. Semenjak kaki melangkah keluar dari kantor di Jumat sore, saya langsung meluncur ke tempat saya akan menghabiskan waktu. What can you say, weekend time is precious!

Tidak seperti Jumat ini dimana saya lebih santai (karena weekend time kali ini akan dimulai nanti jam 10 malam saja – Midnight Sale in The Plaza!! Well yeah, I’m kinda sophaholic), minggu lalu saya bergegas menuju Pasar Festival yang letaknya tidak jauh dari kantor saya. Seorang teman yang sangat beruntung karena jam kerjanya selesai jam 4 sore (namun harus masuk jam 7 pagi, huahaha…), sudah menunggu di sana untuk perjalanan ke akhir pekan di Bandung.

Jakarta di hari Jumat. Terlebih Rasuna Said di hari Jumat. It’s a disaster. The traffic is hideous! Melihat kopaja di tengah jalan yang gak maju-maju satu cm pun dalam 5 menit, saya putuskan untuk berjalan kaki saja. Toh, jaraknya dekat. Ternyata keputusan saya salah besar.

Tahukah anda kalau kota ini bermusuhan dengan sepatu hak tinggi a.k.a high heel? Well, now you know that!! Bahkan untuk menempuh jarak 100 meter saja, jangan berani-berani mengambil keputusan untuk berjalan dengan menggunakan high heel!! Why? Mari saya perlihatkan bagaimana kondisi pedestrian yang saya lewati:

Yah, itu dia, kurang lebihnya.

Saya hampir terjatuh tujuh kali, satu kali diselamatkan seorang lelaki, fortunately. But soon later, unfortunately, the gentleman said, “Maybe you’d better take those highs heel off.” Oh my GOD, malu berat!

Mungkin banyak yang berpikiran kok bisa-bisanya sih saya gak tahu kalau gak banget pake yang namanya high heel di sidewalk di Jakarta (or even Indonesia?!). Mungkin cowok yang nolongin saya itu pengen ngomong, “Oalah jeng..jeng.., mbok ganti pake sandal jepit wae.” sambil geleng-geleng kepala.

Let me tell you, in certain condition , I prefer ’sandal teplek’ – without any heel. Misalnya kalo jalan ke mall, ke supermarket di depan komplek, atawa cari barang dagangan di Tanah Abang dan Mangga Dua or even muterin Jakarta pake busway seperti yang saya lakukan seminggu sebelum saya mulai kerja dulu. Atau kadang saya milih sendal jepit, terutama kalo ngejar tukang nasi goreng yang lewat bagaikan secepat kilat di komplek saya, hehe.. But one thing about me, I prefer high heel during work. Dan kok ya kebetulan, saya pulang – pergi kerja tidak harus jalan jauh. Turun mobil, jalan sedikit ke gedung. Pulang kantor, jalan sedikit ke tempat parkir, hehe… Jadi begitu saya melihat kenyataan ini, I screamed!! Kok sepele tapi menyebalkan ya?! Small thing like this could even be an issue if you’re living in Jakarta!

Mustahil banget berjalan layaknya Ally McBeal or Sarah Jessica Parker dan teman-temannya di Sex and The City.

Never accross my mind, that would be really dangerous for a woman to walk in the sidewalk with high heel!

NO WONDER many woman change their high heel to SANDAL JEPIT every time they’re going home!!

So this is the lesson I learned in the beginning of my weekend, every time you’re about to take a walk in the sidewalk, CHANGE TO SANDAL JEPIT!

This is exactly waht will happen if you’re not

Just like a falling over supermodel….

Jakarta, mau jalan aja kok susah…


Leave a response

Your response:

Categories